SejarahTanbih & ToreqatTausiyah


 

Anda pengunjung ke :

 

Berita Pesantren


ADA DEBU DI SURYALAYA

Pandangan mata Ikhwan yang sudah menggelar sajadah di depan Madrasah dan di serambi mesjid Nurul Asror untuk menunaikan shalat Jum'at, sejenak tertuju kepada serombongan "bule" Muslim asal negeri Paman Sam yang melewati Madrasah menuju rumah Umi (isteri Pangersa Abah Anom). Bagi mereka yang sudah tahu bahwa mereka adalah DEBU yang akan manggung, hal tersebut merupakan sesuatu yang biasa saja. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. 1429 H. Karang Taruna Bakti Suryalaya dipercaya untuk memfasilitasi mereka sehingga bisa unjuk kebolehan di Suryalaya.

DEBU isi acara di radio Inayah
Aksi panggung DEBU
Abah sakit, umi yang menerima

Debu juga diundang oleh Radio Inayah FM (Radio Pesantren Suryalaya) usai shalat Jum'at untuk menyapa Fans Radio Inayah yang sebagian besar Ikhwan Suryalaya. Aksi mereka sendiri dilakukan di lapangan Jamilega pada malam hari, di depan kantor kepala desa Tanjungkerta sekitar 1 km dari pondok pesantren Suryalaya. Lapangan yang sedikit becek akibat hujan yang turun sejak sore tidak menyurutkan langkah Ikhwan dan Muslim di Tasikmalaya untuk menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam Road Show "Selamatkan Bumi" bersama DEBU. Esok harinya, Sabtu (22/3) Debu hanya ditemani Umi di Madrasah. "Mohon maaf sekali, tidak bisa menemui Abah karena beliau sedang sakit", kata Umi sambil tersenyum. Terakhir, Debu berziarah ke Makam Abah Sepuh.