SejarahTanbih & ToreqatTausiyah


 

Anda pengunjung ke :

 

Berita Pesantren


HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1426 H



Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa Ilaaha Illallahu Allahu Akbar.
Allahu Akbar wa Lillaahilhamd.

Kumandang Gema Takbir
Gempita suara bedug
Hanyalah sebentuk dari ungkapan rasa
Dari hati yang kembali pada fitrahnya
Di hari raya ini, mari kita awali
Segalanya dengan bersih
Tuk menuju kepada Yang Maha Suci

Khutbah Idul Fitri

Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1426 H kali ini jatuh pada Kamis, 3 Nopember 2005. Shalat sunat Idul Fitri dilaksanakan di mesjid Nurul Asror sekitar pukul 06.00 WIB. Sebelum itu, Ikhwan dan akhwat TQN pondok Pesantren Suryalaya melaksanakan shalat sunat Isyroq, isti'adzah, dan Istikhoroh. Para jama'ah yang tidak mendapat tempat di dalam mesjid harus merelakan dirinya menggelar sajadah di halaman mesjid atau di depan madrasah.

Seperti tahun lalu, ustadz H. Toha sebagai Muroqi. Sementara itu KH. Zaenal Abidin Anwar sebagai imam dan khatib. Dalam khutbahnya KH. Zaenal Abidin menyampaikan tentang perlunya bersyukur atas segala nikmat yang telah kita terima. "Kita dapat melaksanakan shalat Idul Fitri dengan tertib, aman khidmat dan lancar, karena mungkin saja saudara-saudara kita tidak seperti ini". Katanya mengawali Khutbahnya didepan ribuan jamaah. Beliau melanjutkan tumbuhnya rasa syukur dan bahagia terpancar nyata pada wajah-wajah umat, karena mampu memenuhi kewajiban ibadah shaum disertai Qiyamu Ramadhan, bertadarus, beri'tikaf dan terakhir melaksanakan zakat. Semua itu harus kita laksanakan atas dasar keimanan dan keikhlasan, semata-mata hanya karena Allah. "Aku ridlo Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul".

Seorang Ikhwan memohon maaf kepada Abah
Bermaaf-maafan usai melaksanakan shalat

Usai melaksanakan shalat, dengan tertib para jama'ah bersalaman sambil bermaaf-maafan hingga tak terasa air matapun menetes membasahi pipi. Di hari ini tak ada lagi dendam, kedengkian serta sengketa. Dengan lapang dada serta kebesaran hati memaafkan semua kesalahan yang telah dilakukan. Sementara itu para jamaah yang berada di luar mesjid lebih dulu membuat antrian di depan madrasah untuk bermushofahah dengan Pangersa Abah. Sedikit demi sedikit Ikhwan lainnya pun berdatangan. Dengan pakaian baru dan bersih merekapun berharap semoga di hari ini semua kesalahan yang telah dilakukan pada waktu yang lalu baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia dapat dihapuskan serta dimaafkan oleh Allah Yang Maha Pengampun melalui berkah serta karomah guru Mursyid, syaikh K.H. Ahmad Shohibulwafa Tajul 'Arifin ra. Amiin.

SEGENAP PENGURUS WEBSITE SURYALAYA.ORG MENGUCAPKAN :
Minal 'Aaidin wal Faaizin

MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN