SYUKURAN HUT RI KE-60

Selepas menunaikan shalat Maghrib, ratusan anak-anak dari kampung Godebag (Suryalaya), Cikoranji dan Bojongbenteng langsung menuju lapangan Jami Lega sambil membawa obor. Dengan berjalan kaki, anak-anak tersebut didampingi orang tuanya masing-masing. Lapangan yang terletak 1 km dari pondok Pesantren Suryalaya itu selalu menjadi tempat start untuk pawai obor pada malam 17 Agustus. Beberapa anak remaja yang memiliki keberanian kemudian beratraksi dengan menyemburkan minyak tanah dari mulutnya kedalam obor yang menyala. Atraksi digelar hingga menjelang shalat Isya tiba.

Sekitar pukul 07.30, ba'da shalat Isya, pawai obor dimulai. Antrian panjang peserta membuat beberapa Hansip terlihat sibuk mengatur kemdaraan yang lalu lalang di sepanjang jalan yang dilewati para peserta pawai. Tidak hanya anak-anak yang didampingi orang tua, tapi juga para remaja putra-putri juga pemuda turut serta dalam arak-arakan pawai obor ini menuju Pondok Pesantren Suryalaya. "Setiap tahun saya selalu mengikuti pawai obor ini. ya sekedar memeriahkan saja". Kata Dadang seorang pemuda dari kampung Cokoranji.

Tiba di Suryalaya, semua peserta duduk di depan madrasah sambil menikmati sebungkus nasi. Sementara itu Pangersa Abah hadir di depan pintu madrasah didampingi H. Dudun Nur Saiduddin, putra tertuanya. Tampak hadir kepala desa, wakil talqin KH. Zaenal Abidin Anwar memimpin Tahlil, beberapa pengurus Yayasan, para santri dan masyarakat setempat. Usai tahlil, Abah langsung memimpin do'a. Sementara itu terlihat pula sebuah panggung yang dipasang di luar halaman madrasah. "Kami sengaja mengadakan ini sebagai sosialisasi kepada masyarakat tentang adanya lomba-lomba atau musyabaqoh menyambut se-abad Suryalaya nanti". Kata Nana Suryana, S.Ag, ketua Seksi Musabaqoh.

Pembukaan acara syukuran
Tahlil ditutup oleh do'a Abah
Penampilan grup Marawis santri

Dipanggung tersebut ditampilkan lagu-lagu islami yang dibawakan oleh para santri dengan iringan musik marawis dan qasidah modern.